Ĺ ä إ ą m p å ĥ a ń

lalampahan kahirupan....

20090623

Lampu Merah

Dari judulnya, teringat sebuah tabloid cukup kenamaan di ibu kota, sebuah tabloid favoritnya teman kerja dulu... :)) Namun pada kesempatan ini, bukan untuk membahas itu. Kali ini membahas lampu merah yang sering saya temui di tiap perempatan di kota besar. Ya, lampu lalu lintas!

Teringat waktu duduk di SD doeloe, Bu Guru mengajarkan definisi dan fungsi 3 warna yang ada pada rambu lalu lintas yang biasa dipasang di perempatan jalan. Lampu stopan, bahasa yang biasa dipakai di lingkungan kami waktu itu. Bu Guru bilang, urutan yang berlaku saat itu, saat lampu merah nyala, kendaraan yang berada di jalan tempat lampu menghadap diharuskan berhenti. Kemudian setelah beberapa saat, pindah ke hijau, kendaraan boleh jalan. Sebagai perantara antara hijau dan merah, ialah lampu kuning, yang berarti hati-hati! Sebagai yang berada di posisi transisi, lampu kuning ini memberikan aba-aba kalau kendaraan yang lewat harus siap-siap untuk berhenti, kalau ngga, moga-moga aja beruntung ga ditilang sama pa polisi… 8-]

Namun anehnya, setelah beberapa tahun berlalu, lebih dari 20 tahunan (wah udah memasuki usia ‘dewasa’ nih hee), yang saya lihat di jalanan, terutama di sekitaran Bandung dan Jakarta karena saya seringnya berada di daerah itu, fungsi lampu kuning bukan lagi untuk memberikan aba-aba hati-hati, namun sebaliknya, lampu kuning memberikan tanda bahwa kendaraan sudah harus siap-siap tancap gas. Hal ini terjadi karena urutan nyala lampu sudah terbalik. Lampu kuning menjadi perantara antara nyalanya lampu merah => kuning => hijau. Padahal doeloe diajarkan urutannya seperti ini: hijau => kuning => merah. Entah mana yang bener, malah dikuatirkan sekarang terjadi kesalahan kekaprahan (dari kata dasar: salah kaprah :o) yang terus-terusan. Apakah memang fungsinya sudah berubah, ataukah kesalahan para kontraktor yang melakukan instalasi jaringan lampu merah atau terjadi konslet di sistemnya, yang akhirnya banyak sekali terjadi kesalahan fungsi lampu merah (dalam hal ini, lampu kuning, red.) tersebut di beberapa tempat. Kelihatannya seperti masalah sepele, tapi mulai dari hal-hal kecil ini kita bisa berubah untuk menjadi lebih baik, begitu kata AaGym….

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

<< Home