Knowledge Worker dalam Profesi SIG
Pada awal millennium ini, peranan SDM berbasis ilmu pengetahuan semakin dibutuhkan. Era informasi menuntut setiap orang mengetahui banyak informasi kemudian mengolal informasi tersebut menjadi suatu strategi atau ide baru yang lebih bernilai. Dalam dunia bisnis, strategi dan ide baru akan sangat mahal harganya, malah dibanding dengan strategi atau ide terbaik sekalipun. Be the first masih lebih baik dan lebih menantang dibanding be the best!
Sebagai orang yang berprofesi dalam bidang Sistem Informasi Geografis (SIG), saya coba menghubungkan antara trend ke-SDM-an dengan profesi SIG tersebut. SIG yang merupakan bagian dari teknologi informasi memerlukan SDM yang cukup memiliki pengetahuan, bagaimana mencari data yang relevan dengan tema yang sedang dikaji, mengelola dan mengolahnya, kemudian menyajikan dalam bentuk informasi baru yang merupakan hasil analisis dari pengolahan data tersebut. Lebih bagus lagi, jika dapat sekalian mengimplementasikan hasil analisis tersebut yang tentunya memiliki nilai yang cukup tinggi….hmmmm…. ;)
Dalam konteks SIG, data yang diolah tidak jauh dari data peta atau data spasial. Bagaimana mengumpulkan peta ketinggian tanah, peta kontur tanah, peta perumahan, peta aliran sungai… kemudian mengolah dan menganalisis data tersebut untuk mendapatkan lokasi rawan banjir. Bagaimana mengumpulkan data & peta sebaran penduduk, peta jaring dan kelas jalan raya, kepadatan lalu lintas… kemudian mengolah dan menganalisis data itu untuk mendapatkan lokasi strategis untuk pembangunan mall atau supermarket. Cukup menjual bukan?
Bagaimana booming-nya sebuah google-earth yang dikeluarkan oleh GoogleTM, karena institusi tersebut betul-betul menguasai ilmu pengetahuan tentang pencarian data spasial, mengolahnya kemudian disajikan dalam tampilan yang sangat menarik dan user friendly. Siapapun dapat dengan mudah menggunakannya.
Di sinilah sumber daya manusia yang berbasiskan ilmu pengetahuan akan semakin diperlukan untuk mengelola informasi yang sedang berseliweran di atas ubun-ubun kita, dengan traffic yang sangat tinggi. Siapa cepat, dia dapat! Pepatah yang sering kita dengar dalam slogan-slogan promosi, kali ini ada benarnya juga. Sumber daya manusia yang berbasis ilmu pengetahuan yang selanjutnya banyak ahli ke-SDM-an mengistilahkannya dengan Knowledge Worker. Bahkan istilah Human Resource pun katanya sudah lebih pas jika menggunakan istilah Human Capital. Karena manusia sudah dianggap sebagai modal utama, bukan lagi alat atau sumber daya yang dapat diperah habis-habisan.
So, mari penuhi kepala kita dengan ilmu pengetahuan. Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Kalo ga ada ongkos, kampoeng cina dulu lah..hehe.. *mode garing: on*
Labels: bisnis, Materiality, profesi, SDM, SIG

0 Comments:
Post a Comment
<< Home