Ĺ ä إ ą m p å ĥ a ń

lalampahan kahirupan....

20090729

Andai RUMAH SAKIT Indonesia Seperti Ini!!


Ada cerita pengalaman kakak saya, berikut kutipannya.....


* * *

Pada awal bulan Juni, tepatnya tgl 06 - 13 Juni 2009, saya mendapat tugas dari kantor ke Madrid, Spanyol. Saat cek-in di Soekarno-Hatta, sudah terasa ada kelainan di kepala, and perut. Untuk perjalanannya, sekitar 24 Jam (incld transit, dll).

Sesampainya di Madrid, saya sakit, dan mencoba istirahat di Hotel selama 2 hari. Tetapi, akhirnya tidak kuat juga, dan harus masuk/dirawat di R.S. Madrid.

Berikut pengalaman mulai berangkat dari Hotel :
  1. Saya pikir, cukup istirahat saja di Hotel, tetapi saking tidak kuatnya (saat itu, yang ingat hanya "meninggal di Hotel"), shg. terpaksa turun mencari taxi untuk ke R.S.
  2. Pas ketemu taxi, sopirnya tidak bisa bhs. Inggris (ditambah saya nya juga pas2an). Untungnya dia melihat saya kondisi sakit, shg langsung dia bawa ke R.S (ke UGD).
  3. Pas masuk ke R.S Hospital U. La Paz Salud Madrid, saya duduk dekat pendaftaran. Beberapa kali sempat didatangi olh suster-suster, tetapi pakai bhs Spanyol, jadi teunyambung. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah, didorong do'a2 semua, seorang suster nyamperin, pas nanya, langsung dibilang "abdi mah ti Indonesia", lalu saya dibawa ke ruang pendaftaran. Karena ybs tdk bisa bhs Inggris, langsung mengantar saya dengan kursi roda ke rekannya yg bisa berbahasa Inggris. Temannya tsb langsung mendaftarkan saya sebagai pasien.
  4. Kebiasan di Indonesia, ada deposit di awal pendaftaran perawatan. Di sana saya mengeluarkan uang sebagai deposit 300 EURO, eh . . ternyata ditolak oleh bagian pendaftaran. Dia bilang “tidak, nanti saja, saya tidak tahu besar biayanya”.
  5. Kemudian saya dibawa ke ruang laboratorium R.S.
  6. Seseorang membawa saya dg kursi roda dari lab ke ruang periksa, dan, saat memutarkan kursi roda, eehh . . ternyata dokter sendiri yang mendorong kursi roda saya !! (Apa di Indonesia ada yg spt ini ?, mdh2an ada). Bahkan dokter tsb kembali membawa saya ke ruang lab, kemudian dokter lain membawa saya ke ruang UGD, diambil darah 4 kali, diinfus sd 6 labu, diberi obat, dll-dll.
  7. Kemudian saya dirontgen 2 kali, dan diputuskan harus dirawat.
  8. Saya menolak karena bisi lami, lebih baik pulang ke Indonesia dipercepat saja, kemudian saya diberi obat lagi.
  9. Setelah sekitar 8 jam, saya diizinkan untuk pulang, dengan membawa lengkap hasil lab, roentgen, dan pemeriksaan selama di R.S tsb.
  10. Sebelum pulang, supaya cepat, langsung ke bagian adm. untuk membayar, dan sungguh diluar dugaan, jawabannya tidak usah, tidak masalah, silahkan pulang, alias GRATIS ! ! Padahal saat daftar, saya hanya pakai PASPOR saja.
  11. Saya tidak pernah ditinggal selama 8 jam tersebut, minimal ada suster yang cek terus.
  12. Ada sekitar 7 dokter (3-L, 4-P)yang bergantian mengecek pasien2 di ruangan UGD tersebut, dan sekali-kali mereka diskusi (entah apa yg didiskusikan, pakai bahasa Spanyol).
  13. Setelah saya bilang tidak mau dirawat, suster langsung ngasih obat tambahan lewat infuse-an.
  14. SubhaanAllah, saya langsung tidak pusing, dan tidak panas lagi, tetapi dokter bialang, sesampainya di Indonesia, harus segera ke dokter, dan dirawat.
  15. Luar biasa pelayanan R.S. seperti ini, sudah puas, eh. . gratis pula.
  16. Akhirnya saya pulang dipercepat menjadi tgl 11/12 Juni 2009, dan langsung dijemput ambulance di Cengkareng Jum’at, jam 18.00, tgl 12 Juni 2009.
  17. Saya langsung dibawa ke R.S. Meilia, dirawat 4 hari !
  18. Eh . . lupa. Diagnosa di Madrid, saya kena Hepatitis. Sampai di Indonesia, hasil diagnosa DB !
  19. Ternyata, saya kena DB. Krn tdk ada penanganan apa2, bahkan saat di Hotel, sy merasa sdh tdk berdaya, mungkin saat itu lagi parah2nya, akibatnya fungsi hati terganggu parah. Di Spanyol, tidak populer DB, sehingga lab-nya lebih focus ke Liver.
  20. Sekarang (Senin, 29/06/’09), makin membaik, obat masih . . saat itu berat badan hilang 8 Kg, mudah2 sekarang sudah naik lagi.
  21. Terimakasih ya Allah. Terimakasih semua yang sdh membantu, peduli, dll-dll.

Wassalam.

Labels: , , , ,

20090626

Roda Kahirupan

Beberapa bulan yll (malah udah lewat 1 th nih kyknya), saya sangat terkesan saat mengikuti sejenis pelatihan dan motivasi, Umat Terbaik Hidup Berkah, yang di-‘nakhodai’ oleh Ust. Samsul Arifin. Bagaimana beliau menyampaikan tips menjalani kehidupan ini secara sangat sederhana dan mudah diamalkan. Salah satu yang saya ingat sampai sekarang, ialah mengenai Roda Kehidupan. Pak Ustadz mengumpamakan dalam menjalani hidup ini sebagaimana sebuah roda. Roda, yang sangat nyaman saat kita berkendara, jika dan hanya jika roda tersebut berbentuk bulat! Apa jadinya jika roda tersebut lonjong, bergerigi, segi empat, atau bahkan tidak beraturan? Puyeng kali yah, dan sungguh sangat tidak nyaman :)

Roda Kehidupan (roda kahirupan dalam basa sundana mah, red.) yang memiliki 4 (empat) elemen, yaitu: Humanity (insaniyah/kemanusiaan), Spirituality (ruhiyah/spiritual), Materiality Morality (khulukiyah/moral). Elemen Humanity yaitu hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan kemanusiaan, insaniyah, seperti: kehidupan sosial, hubungan keluarga, kesehatan. Spirituality (maaliyah/materil), dan berhubungan dengan masalah ruhiyah, seperti kesabaran, rasa optimis, berpikir positif, rasa syukur. Materiality berhubungan dengan kebutuhan materi/kekayaan, seperti: penghasilan, kendaraan, perusahaan/bisnis/karir, rumah tinggal. Dan Morality berhubungan dengan hal-hal yang bersifat khulukiyah (akhlak), seperti: kejujuran, tanggung jawab, komitmen.



Jika keempat elemen ini seimbang, berarti roda kehidupan kita bulat dan akan nyaman menjalaninya sehingga dalam menghadapi bergulirnya kehidupan yang disertai berbagai tantangannya ini insyaAllah dapat dihadapi dengan kuenceeeng…..sekenceng sedan sport hi-speed melintasi tol cipularang :D. Jika sebaliknya? Ya bisa kita bayangkan, mengapa kadang kita tiba-tiba puyeng, pusing, sakit pinggang saat bangun pagi…dll, mungkin karena ‘roda’ tunggangan kita belum bulat ;). Mengenai standar tinggi-rendahnya tiap elemen tersebut, itu terserah kita, sesuaikan dengan kemampuan. Tidak masalah jika rodanya kecil namun hidup dapat dilalui tanpa sakit pinggang hehe.. yang penting, jangan lupa tetap junjung mimpi setinggi-tingginya. Malah sampai mimpi yang irrasional (menurut pandangan rasio manusia tentunya, dan tetap dalam koridor yg positif) sekalipun, (mumpung) tidak ada yang melarang. Bagaimana mimpinya seorang Bill Gates muda yang dianggap tidak masuk akal, bahkan dianggap gila saat itu, namun mimpi tersebut ternyata dapat terealisasi setelah 30 tahun kemudian! Oleh karena itu, meraih mimpi dengan tetap menjaga keseimbangan kehidupan insyaAllah akan tercapai secara lebih cepat, lancar, dan hambatan serta rintangan pun dapat terselesaikan.....ohh indahnya hidup ini...aamiiinn

Dari situlah, mengapa semua tulisan di blog ini, selalu menggunakan label salah satu dari keempat elemen di atas. Karena komponen kehidupan kita tidak akan jauh dari itu-itu juga koq… =)

Labels: , , ,

20090625

Knowledge Worker dalam Profesi SIG

Pada awal millennium ini, peranan SDM berbasis ilmu pengetahuan semakin dibutuhkan. Era informasi menuntut setiap orang mengetahui banyak informasi kemudian mengolal informasi tersebut menjadi suatu strategi atau ide baru yang lebih bernilai. Dalam dunia bisnis, strategi dan ide baru akan sangat mahal harganya, malah dibanding dengan strategi atau ide terbaik sekalipun. Be the first masih lebih baik dan lebih menantang dibanding be the best!

Sebagai orang yang berprofesi dalam bidang Sistem Informasi Geografis (SIG), saya coba menghubungkan antara trend ke-SDM-an dengan profesi SIG tersebut. SIG yang merupakan bagian dari teknologi informasi memerlukan SDM yang cukup memiliki pengetahuan, bagaimana mencari data yang relevan dengan tema yang sedang dikaji, mengelola dan mengolahnya, kemudian menyajikan dalam bentuk informasi baru yang merupakan hasil analisis dari pengolahan data tersebut. Lebih bagus lagi, jika dapat sekalian mengimplementasikan hasil analisis tersebut yang tentunya memiliki nilai yang cukup tinggi….hmmmm…. ;)

Dalam konteks SIG, data yang diolah tidak jauh dari data peta atau data spasial. Bagaimana mengumpulkan peta ketinggian tanah, peta kontur tanah, peta perumahan, peta aliran sungai… kemudian mengolah dan menganalisis data tersebut untuk mendapatkan lokasi rawan banjir. Bagaimana mengumpulkan data & peta sebaran penduduk, peta jaring dan kelas jalan raya, kepadatan lalu lintas… kemudian mengolah dan menganalisis data itu untuk mendapatkan lokasi strategis untuk pembangunan mall atau supermarket. Cukup menjual bukan?

Bagaimana booming-nya sebuah google-earth yang dikeluarkan oleh GoogleTM, karena institusi tersebut betul-betul menguasai ilmu pengetahuan tentang pencarian data spasial, mengolahnya kemudian disajikan dalam tampilan yang sangat menarik dan user friendly. Siapapun dapat dengan mudah menggunakannya.

Di sinilah sumber daya manusia yang berbasiskan ilmu pengetahuan akan semakin diperlukan untuk mengelola informasi yang sedang berseliweran di atas ubun-ubun kita, dengan traffic yang sangat tinggi. Siapa cepat, dia dapat! Pepatah yang sering kita dengar dalam slogan-slogan promosi, kali ini ada benarnya juga. Sumber daya manusia yang berbasis ilmu pengetahuan yang selanjutnya banyak ahli ke-SDM-an mengistilahkannya dengan Knowledge Worker. Bahkan istilah Human Resource pun katanya sudah lebih pas jika menggunakan istilah Human Capital. Karena manusia sudah dianggap sebagai modal utama, bukan lagi alat atau sumber daya yang dapat diperah habis-habisan.

So, mari penuhi kepala kita dengan ilmu pengetahuan. Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Kalo ga ada ongkos, kampoeng cina dulu lah..hehe.. *mode garing: on*

Labels: , , , ,

20090603

Ahh...ternyata masih ada.... =)

suatu hari, teringat kalau saya pernah mambuat blog, tapi ntah di situs mana, dan dengan nama apa... setelah dicari-cari, akhirnya ketemu juga, karena kebetulan loginnya menggunakan email saya yang paling aktif ('paling' karena ada beberapa email, dan sebagian lupa karena jarang dibuka....fiuuuhhhh). setelah dilihat kembali, wow...kosong! dengan tanggal pembuatan beberapa tahun yll....untung aja blom didelete sama si empunya oom blogger... akhirnya saya coba untuk diisi kembali, dan saya coba untuk 'merger' dengan blog saya di alamat lain...lumayan buat nambah-nambah tulisan...hehehe....

btw, dari alamat blog nya kenapa diawali 'mang'? atau istilah yg agak kerennya 'oom' atau 'uncle'... teringat kembali saat flash back ketika membuat blob ini, mencari nama yang mudah diingat dan menggambarkan keseharian saya, akhirnya dicetuskanlah alamat blog ini (mangyayan.blogspot.com) dengan alasan antara lain karena secara strukutur persaudaraan, saya biasa dipanggil seperti itu, di rumah kakak semua, begitu pun di rumah mertua, kakak ipar semua bo' hehehehe.....fasooroo....mangyayan

hokeh deh, selamat berpetualang ya prens..

salam,
mangyayan

Labels: